Saturday, September 18, 2010

Gundah Ku [Puisi Bunda Ais]

Sempit ruang kamarku terasa menghimpit
Gundah hatiku kian melanda
Gejolak tanya makin mendera
Kenapa cerita ini harus ada..
Kenapa cinta jadi prahara..
Haruskah aku tertawa akan hadirnya?
Sedang ada luka mendera hatinya

Hati kecilku menjerit
Menahan perih yang menghimpit
Di antara lembar luka yang menganga
Ingin aku berlari jauh
Meninggalkan sederet cerita
Salahkah aku bila ini terjadi
Dosakah aku?

Lantas apakah dia tahu
Sudut hatiku serasa ngilu
Menahan bias semu yang hampir beku
Ya Tuhan..
Ya Rabb penguasa bumi
Bimbinglah aku, ampunilah aku
Jangan biarkan keangkuhan dunia meracunilu
Jangan biarkan kecintaan dunia membuatku lupa
Karena hanya pada-MU lah aku pantas mencinta dan meminta

Thursday, September 16, 2010

Di Balik Kabut [Puisi Bunda Ais]

Panggung yang semula sepi
Kini tampak riuh..
Gemuruh sorak sorai meneriakan namaku.

Mereka menyanjungku..
Mereka terbius oleh peranku
Di tengah arena aku tertawa getir
Ada sekelebat takut menyusup
Di sela kabut
Sebaris tanya di sisi diri.

Puaskah aku?
Pengecutkah aku?
Tidak...
Aku hanya takut, yah takut..
Takut akan diri.

Ya Ghofur..
Astaghfirullah hal adzim..

Wednesday, September 15, 2010

Senandung Malam [Puisi Bunda Ais]

Sayup kidung sunyi membuai mimpi
Membelai angan ke alam khayal
Bayang lentera kian temaram
Menemani tidurku yang hampir lelap

Geliat pagi mengusik mentari
Menghadang mimpi yang belum usai
Bias senyum meradang tawa
Menanti asa di alam nyata

*Nice place, 1 May 2004

Saturday, September 11, 2010

Di Ujung Pagi [Puisi Bunda Ais]

Kala mentari berganti rembulan
Hening malam terus menjalar
Menuju muara sunyi
Menghantarkanku pada dunia baru

Sukmaku mengembara menyusuri lorong2 malam tak bertepi
Meninggalkan ragaku yg tergolek di sudut ruang sepi
Kaki mungilku berlari kencang
Mengejar sosok di ujung sana

Tak ku hiraukan kerikil tajam mengoyak
Kabut khan tebal menyelimuti sang malam
Menghalangi pandanganku yang sejengkal
Hembusan angin terasa pedih
Menggigit persendian, menelusup ke pori2

Seruan Ilahi berkumandang
Membuyarkan petualangan malamku
Aku bersujud di ujung pagi
Mengucap syukur pada Ilahi

Terimakasih Tuhan
Engkau ijinkan aku menatap mentari